16 Juni 2008

Teruntuk Ibuku

Deru nafas jalanan
Angan dan bising setan memeka
Ada apa dengan jasadku?


Segerombol kupu-kupu terbang
Membias aurora lalu terkapar di dadaku

Masih ku genggam rindu itu
Sedang di ujung sana
Dalam wangi doa tertetes kesturi surga
Ku dengar jua derap langkahmu
Menembus sepertiga terakhir malam
Menemuiku dalam sujud kusyukmu
Lalu menguntai satu demi satu kata tersuci
Dalam tasbih dan lelehan air mata

Kau ramu pula segala harapan
Telah kau serahkan semua untukku

Tak tersisa
Hanya untukku...

Tidak ada komentar: