Luna, apa kau dengar?
Aku menunggu sedari senja
Bersama angin dan kesaksian tembaga,
akan realita kebesarannya
Ku hirup nafas sedalam rindu
Cemas akan harap yang tak kan bertemu…
Luna, alam mulai berpuisi
Tentang sahaja beserta kebijakan pencipta
Dan di dalamnya tersebut namamu
Sama akan jiwaku,
merindunya di bawah temarammu…
08 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar