Mari mengejar pelangi
Mereka tengah berlari
Menebar warna-warni
Mengutak-atik mimpi
18 Oktober 2008
Malam Terpejam
Dan malam kian terpejam
Seribu haru menelusup akal sadarku
Terbersit serupa wajah yang telah punah
Tak ada kata yang mengilhami
Tak lagi tersentuh bait-bait puisi
Biarkan waktu mengabadikan perubahan
Dan pilihan mengajarkan kesabaran
Nafasku kan tetap berderap dalam harap
Untuk bertahan...
Atau menerobos tabir kelam
Seribu haru menelusup akal sadarku
Terbersit serupa wajah yang telah punah
Tak ada kata yang mengilhami
Tak lagi tersentuh bait-bait puisi
Biarkan waktu mengabadikan perubahan
Dan pilihan mengajarkan kesabaran
Nafasku kan tetap berderap dalam harap
Untuk bertahan...
Atau menerobos tabir kelam
LAWU II
Di lereng Lawu
Mendung terseok menabir bulan hingga sendu
Hawa dingin tertunduk
Getir dunia menjelaga bersama waktu
Punahlah...
Meredalah...
Aku ingin merubah arah
Mendung terseok menabir bulan hingga sendu
Hawa dingin tertunduk
Getir dunia menjelaga bersama waktu
Punahlah...
Meredalah...
Aku ingin merubah arah
Langganan:
Postingan (Atom)