solilokui
dari hati yang mencoba berkata dengan puisi
18 Oktober 2008
LAWU II
Di lereng Lawu
Mendung terseok menabir bulan hingga sendu
Hawa dingin tertunduk
Getir dunia menjelaga bersama waktu
Punahlah...
Meredalah...
Aku ingin merubah arah
0 komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Halaman Muka
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Arsip Blog
►
2009
(1)
►
Februari
(1)
►
Feb 16
(1)
Syair Hati
▼
2008
(20)
►
Desember
(1)
►
Des 31
(1)
Reff Tanpa Lagu
▼
Oktober
(3)
▼
Okt 18
(3)
Bingkisan Kecil Untuk Bu Mus
Malam Terpejam
LAWU II
►
September
(2)
►
Sep 14
(2)
Cinta Yang Berbeda (dedicated to my father)
Antara 2 Kata
►
Juli
(2)
►
Jul 05
(1)
LAWU 1
►
Jul 04
(1)
Kedatangan Cinta
►
Juni
(12)
►
Jun 18
(1)
Dilema 22:14
►
Jun 16
(1)
Teruntuk Ibuku
►
Jun 08
(10)
Percakapan Dengan Luna
Sepi Sendiri
Tangisan Pagi
Hakikat Suci Seorang Ibu
Selamat Hari Lahir
KITA
Perjamuan Sepi
Syair Getir
Tulang rusukku kah?
Ujung Hari
0 komentar:
Poskan Komentar