18 Oktober 2008

Malam Terpejam

Dan malam kian terpejam
Seribu haru menelusup akal sadarku
Terbersit serupa wajah yang telah punah
Tak ada kata yang mengilhami
Tak lagi tersentuh bait-bait puisi
Biarkan waktu mengabadikan perubahan
Dan pilihan mengajarkan kesabaran
Nafasku kan tetap berderap dalam harap
Untuk bertahan...
Atau menerobos tabir kelam

Tidak ada komentar: