08 Juni 2008

Syair Getir

Seolah merenda jaring laba-laba di temaram sunyi
Mengharap bintang terperangkap disini
Perlahan hangat fajar menghantam tubuh
Bangkitkan obsesi sekali lagi
Masih ada satu kesempatan mengubah takdir

Di pucuk sana matamu menanggung duka
Dusta dan berhala kian posesif
Tak ingin patah hati
Hanya dia yang miliki

Pilar absurditas berdiri tegak
Menopang gulana di ujung gulita
Doa yang terucappun kian serak
Tercabik jiwa oleh derita

Sudahlah,
Semua hanya epos anak manusia
Yang ketheisan masih berdegup di dadanya
Membiru menuju kodrat primordialnya

[5 Maret 2008]

Tidak ada komentar: